Resensi Film Home Alone 2
Nama : Muhammad Abdurrahman Ghofiqi
NPM : 201812500686
Kelas : R1G
B. Studi : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Ajeng Dinar Wasesa W. M.Pd
Sutradara
|
|
Produser
|
|
Penulis
|
|
Pemeran
|
|
Musik
|
|
Sinematografi
|
N/A
|
Penyunting
|
N/A
|
Distributor
|
|
Tanggal rilis
|
|
Durasi
|
120 menit
|
Negara
|
|
Bahasa
|
Inggris
|
HOME ALONE 2
Bercerita tentang kisah anak kecil yang tidak
sengaja tertinggal oleh keluarganya ketika musim liburan tiba. Kejadian ini
membuatnya harus tinggal di rumah sendirian. Kisah dimulai dengan adegan
keluarga McCallister yang sibuk mempersiapkan liburannya. Anak termudanya Kevin
adalah bahan bully saudara dan sepupunya. Orang yang paling sering membulinya
adalah Buzz, kakak laki-lakinya. Di saat keluarga sedang sibuk, Buzz membuat
ulah dengan menjadikan Kevin sebagai bahan buli. Tidak hanya dibuli, Buzz pun
membuat Kevin menjadi yang bersalah. Ini mengakibatkan Kevin harus dihukum di
kamar. Di kamar, ia marah dan berharap seluruh keluarganya lenyap.
Keesokan
paginya, keluarga McCallister yang terburu-buru melupakan Kevin. Mereka
langsung pergi begitu saja meninggalkannya dan baru tersadar ketika sudah tiba
di tempat tujuan. Mereka berusaha kembali ke rumah. Di rumah, Kevin bangun dari
tidurnya dan menyadari keluarganya telah tidak ada. Permintaannya yang terkabul
membuatnya sangat senang. Kemudian, ia melakukan apa yang ingin ia lakukan
ketika tidak ada keluarganya. Sasaran utama adalah kamar Buzz. Di sana ia
benar-benar membuat kekacauan.Lompat di kasur, nonton TV, makan makanan junk
food, mengambil tabungan Buzz. Pada saat menonton TV, ia sempat ketakutan oleh
karakter yang ada di TV tersebut.
Berlanjut
ke settingan Christmast Eve, ia tidak sengaja mendengar dua orang pencuri yang
bernama Marv dan Harry berusaha untuk mencuri rumahnya. Menyadari hal itu, ia
pun ingin berbuat sesuatu. Sebelum sampai di rumah, ia menyempatkan diri untuk
berbicara dengan Marley yang ditakutinya. Ternyata orang itu tidak menakutkan,
cenderung menyenangkan. Kevin senang, karena satu ketakutannya hilang.
Setelah
dari gereja untuk melaksanakan Christmast Eve,Kevin langsung melaksanakan
rencananya untuk mengerjai si pencuri. Berbekal alat-alat yang tersedia di
rumah, Kevin memasang banyak perangkap untuk menghukum si pencuri. Dan si
pencuri pun terkena jebakan. Setelahnya, pencuri ditangkap dan keluarganya tiba
di rumah. Saudaranya yang tadinya sering membuli menjadi bangga padanya. Ibu
dan bapaknya yang hanya melihatnya sebagai anak nakal pun bangga padanya.

Terima kasih sudah mengerjakan tugas dari ibu dengan baik
ReplyDelete